Logo SantriDigital

Membangun keluarga sakinah

Ceramah
H
Habibur Rohman
6 Mei 2026 4 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ} (الروم: 21). رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat para alim ulama, para kiai, para asatidz dan asatidzah, tokoh masyarakat yang saya hormati, serta seluruh Bapak, Ibu, Saudara-saudari hadirin sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita pada kesempatan yang berbahagia ini dalam keadaan sehat walafiat. Sungguh sebuah kenikmatan yang tiada tara dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini. Seringkali kita dalam kesibukan, dalam urusan duniawi, lupa untuk berkumpul dalam kebaikan. Kehadiran kita di sini adalah bukti dari semangat kita untuk terus belajar, untuk terus memperbaiki diri, dan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hadirin yang berbahagia, Pada kesempatan yang singkat ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan dan belajar bersama mengenai sebuah tema yang sangat fundamental dalam kehidupan seorang muslim, yaitu "Membangun Keluarga Sakinah." Kata 'sakinah' mungkin sudah sering kita dengar, baik dari taklim, dari khutbah Jumat, maupun dari kajian-kajian lainnya. Namun, mari kita bedah kembali makna mendalamnya dan bagaimana cara mewujudkannya dalam kehidupan rumah tangga kita sehari-hari. Keluarga adalah pondasi utama masyarakat. Jika pondasi ini kokoh, insya Allah masyarakat akan berjalan dengan baik. Sebaliknya, jika pondasi goyah, maka rapuh pula bangunan masyarakat di atasnya. Islam telah memberikan panduan yang sangat lengkap agar setiap rumah tangga bisa menjadi sakinah, mawaddah, warahmah. Lantas, apa itu keluarga sakinah? Secara bahasa, sakinah berarti ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan yang lahir dari hati. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rum ayat 21, yang telah kita bacakan tadi: {وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ} "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." Ayat ini memberikan gambaran bahwa pernikahan bukan hanya sekadar menyatukan dua insan, tetapi mewujudkan sebuah ketenangan jiwa, rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Ini bukanlah tujuan yang mudah dicapai tanpa usaha. Bagaimana cara membangun keluarga sakinah ini? Pertama, landaskan pernikahan di atas taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ini adalah pondasi terpenting. Ketika suami dan istri sama-sama takut kepada Allah, keduanya akan senantiasa menjaga batas-batas syariat. Keduanya akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Suami akan berusaha berlaku adil dan penuh kasih sayang kepada istrinya, sementara istri akan menjaga kehormatan suami dan rumah tangga. Sebagaimana firman Allah: {وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ} (Ath-Thalaq: 2-3). "Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada dia sangka." Dalam rumah tangga, taqwa menjadi solusi atas segala masalah. Kedua, bangun komunikasi yang efektif dan penuh empati. Banyak masalah rumah tangga timbul karena komunikasi yang buruk. Mulai dari salah paham, tidak saling mendengarkan, hingga saling menyalahkan. Dalam keluarga sakinah, suami istri harus belajar untuk saling memahami perasaan masing-masing. Dengarkan keluh kesah pasangan dengan sungguh-sungguh, jangan memotong pembicaraan, dan berikan solusi yang membangun. Ingatlah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan yang jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim). Artinya, perbuatan baik sekecil apapun, termasuk menyebarkan salam, dapat menumbuhkan cinta. Komunikasi yang baik adalah bagian dari perbuatan baik itu. Ketiga, saling menghargai dan menumbuhkan rasa cinta. Setiap insan memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam rumah tangga, jangan hanya melihat kekurangan pasangan, tetapi fokuslah pada kelebihan dan kebaikannya. Hargai usaha sekecil apapun yang dilakukan pasangan demi kebaikan keluarga. Perbanyaklah ungkapan cinta, kasih sayang, dan apresiasi. Jangan pernah merasa bosan untuk mengatakan "aku mencintaimu" atau "terima kasih". Ustadz Abdul Somad pernah menyampaikan dalam salah satu tausiyahnya, bahwa rumah tangga itu ibarat bercocok tanam, perlu disiram, perlu dirawat agar tumbuh subur. Keempat, jadikan rumah sebagai tempat berbagi beban dan suka cita. Rumah bukan hanya tempat istirahat, tetapi tempat berlindung dan saling menguatkan. Ketika ada masalah di luar rumah, curahkanlah kepada pasangan. Ketika ada kebahagiaan, bagilah. Jangan biarkan masalah pribadi merusak keharmonisan rumah tangga. Ciptakan suasana di mana setiap anggota keluarga merasa aman, nyaman, dan didukung. Hadirin sekalian, Membangun keluarga sakinah adalah sebuah proses seumur hidup. Ia membutuhkan kesabaran, pengertian, dan rasa saling memiliki. Ia juga membutuhkan usaha terus-menerus untuk belajar dan memperbaiki diri. Mari kita jadikan rumah tangga kita ladang amal untuk meraih ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan izin Allah, akan terwujud keluarga yang tenang, bahagia, dan penuh cinta, yang kelak akan menjadi bekal berharga di akhirat. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan atau kesalahan dalam penyampaian. Terima kasih atas perhatiannya. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →